Kyai Khasanuri, Anak Pedagang Cilok Berpendidikan S2

Luwungragi (luwungragi.desa.id) – Belajar sepanjang hayat atau Long Life Education, saat belajar Khasanuri selalu teringat jika kita ikhtiar dan kerja keras atau ” man jadda wa jadda” dalam belajar pasti akan tercapai cita-cita yang dituju. Begitu Khasanuri mengatakan kepada Kontributor dirumahnya, Sabtu (11/1/2020).

Khasanuri menambahkan, sebagai anak bungsu dari tiga saudara dari pasangan Rasnya dan Wanjep. Sejak kecil sudah piatu, karena Ibunya sudah meninggal dunia, namun dirinya adalah berusaha semaksimal mungkin untuk belajar walauapun sebagai anak penjual cilok keliling dengan sepeda tua. Dirinya sampai tahun ini sudah bisa menyelesaikan pendidikan formalnya jenjang S2 dengan gelar MA.

Waktu kecil, Khasanuri adalah santri kalong maksudnya mengaji d malam hari pulang waktu pagi, di lingkungan Ponpes Assalafiyah Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Setelah selesai dari belajar di jenjang pendidikan dasar, lalu dilanjutkan ke Ponpes Hidayatut Tulab Petuk Kediri Jawa Timur, sambil mengaji dia juga belajar di pendidikan madrasah pondok pesantren.

Keterbatasan biaya tidak menjadikan dirinya pasrah untuk belajar, upaya yang dilakukan untuk mencukupi kebutuhannya dan pendidikannya, rela berjualan roti keliling disekitar kampung dimana dia tinggal. Setelah lulus dari Madrasah Aliyah di pondok, kemudian dilanjutkan ke Institut Agama Islam Tribakti Kediri ambil Fakultas dakwah dan tahun 2006 sudah selesai dengan gelar S1 Komunikasi Penyiaran Islam.

Khasanuri pulang dari pesantren tahun 2007 dan pada tahun 2008 khasanuri di percaya untuk mengajar di Madrasah Aliyah Assyamsuriyah Desa Jagalempeni Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Disamping itu dirinya juga ikut mengajar di Madrasah Aliyah Diniyyah dilingkungan ponpes Assalafiyah Luwungragi.

Kesempatan belajar di jenjang S2 dilakukan dirinya sejak tahun 2013 karena mendapatkan kepercayaan mengelola dan membuka pondok pesantren “Al Fauzan Nusantara” d/a : Jl Gintung no 200 Tanjung Barat Kecamatan Jagakarsa-Jakarta Selatan. Bekal belajar di Pondok Pesantren dan Kampus Islam inilah, bekal ilmunya digunakan di lembaga yang dikelola ini, bahkan perkembangan lembaga yang dikelola sekarang sudah berdiri SMP ISLAM dan ditahun 2017/2018 membuka pendidikan SMK.

Sementara itu ditempat terpisah, Siswono (39) salah seorang wali santri yang mondok di pesantren kyai Khasanuri itu nyaman dan bikin betah bagi santri, sebab biaya makan dan asramanya gratis.

“Masyarakat dukuh Kertasari Desa Luwungragi merasa bangga dan salut atas perjuangan kyai Khasanuri S.sos.I, SPd.I, MA,” pungkasnya.

Kontributor : Abdul Latif Editor AM

Share ke:

Informasi Desa

Suara Warga

Untuk menjalin berkomunikasi dengan warga Luwungragi silahkan bergabung dengan Group Warga Desa Luwungragi, silahkan klik tombol dibawah ini.

Berita Terkait